Ekspor Melambat China Berpotensi Kembali Pangkas RRR

Monday, December 12th, 2011 11:41:29

question

Menyusutnya surplus perdagangan China dan pertumbuhan ekspor terlemah sejak 2009 dapat membuat Perdana Menteri Wen Jiabao untuk kembali memangkas reserve requirements ratio guna menjaga pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Ekspor China naik 13,8% di bulan November dari tahun sebelumnya, menurut data resmi pemerintah yang dirilis pada 10 Desember 2011. Surplus ekspor atas impor turun sebesar 35%.

Surplus perdagangan yang lebih kecil dan adanya tanda-tanda aliran dana keluar dari China telah memaksa partai berkuasa Partai Komunis untuk melakukan pemangkasan RRR pertama kali sejak 2008 pada 30 November lalu. Berkurangnya ekspor menuju Jerman dan Itali belum bisa mengimbangi penambahan ekspor menuju negara industri baru, dan Presiden Hu Jintao juga memperingatkan bahwa ekonomi global menghadapi tantangan yang parah.

“Aliran modal keluar dari China akan terus berlanjut dan demikian halnya dengan surplus perdagangan yang makin mengecil, memaksa bank sentral untuk memangkas RRR dan mengunakan tagihan ekspor untuk menyuntikan likuiditas dan mendorong pertumbuhan,” kata Shen Jianguang, ekonom Mizuho Securities Asia Ltd di Hong Kong. Bahkan Shen memperkirakan China akan mengalami defisit perdagangan untuk pertama kali pada kuartal berikutnya.

Saham-saham di China berlanjut anjlok untuk hari ketiga berturut-turut atas kekhawatiran perlambatan ekonomi akan makin dalam dan pemerintah Beijing sendiri mengatakan akan mempertahankan kebijakan pengetatan pada sektor properti tahun depan. Indeks acuan Shanghai Composite  melemah 0,4% di posisi 2.306 pada pukul 10:21 waktu setempat. Valuasi dari saham-saham yang diperdagangkan di Shanghai merosot ke level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir pada perdagangan Jumat (9/12). (Bloomberg)

Untitled Document


The Market Quotes Powered By Forexpros, the Forex, Futures, and Stock Markets Portal.
MORE TOP STORIES more
MOST POPULAR