Friday, January 13th, 2012 08:36:56

Bank Sentral Korea (BoK) kembali menahan suku bunga acuan untuk bulan ketujuh berturut-turut, dengan kembali menegaskan kekhawatirannya terhadap krisis utang Eropa dan perlambatan ekonomi global.
BoK, sebagaimana sudah diduga secara luas, menahan suku bunga pada level 3,25%. Dari 17 analis yang dimintai pendapatnya oleh Dow Jones Newswires, seluruhnya memperkirakan BoK akan menahan suku bunga pada level seperti saat ini.
Ekspor yang menjadi andalan Korea Selatan dalam mengangkat pertumbuhan diperkirakan akan menghadapi guncangan terus menerus selama krisis Eropa belum berakhir, bank sentral diprediksi untuk melakukan pemangkasan 25 basis poin suku bunga dalam waktu dekat. Mayoritas beranggapan langkah tersebut bisa terjadi pada kuartal kedua.
Namun, dengan masih tingginya inflasi dan retorika lanjutan dari pemerintah tentang penanggulangan inflasi terutama menjelang pemilu tahun ini, maka tampaknya sulit bagi bank sentral untuk melonggarkan kondisi moneternya.
Inflasi Korea Selatan tetap bertahan diatas kisaran yang ditetapkan BoK antara 2%-4% untuk 2 bulan berturut-turut pada bulan Desember 2011. Pada bulan itu inflasi Korea Selatan sebesar 4,2%. Dalam pidato Tahun Barunya, Presiden Lee Myung-bak kembali menekankan pentingnya mengekang kenaikan harga-harga.
Memang terdapat beberapa tanda-tanda berkurangnya tekanan pada harga. Data yang dirilis pagi ini memperlihatkan bahwa harga impor tumbuh pada laju paling lambat dalam 16 bulan terakhir selama bulan Desember 2011 dibandingkan dengan tahun sebelumnya ditengah penurunan harga bahan baku. Harga impor dipandang sebagai indikator utama untuk mengukur inflasi domestik karena mempengaruhi harga konsumen (CPI).
Gubernur BoK Kim Choong-soo telah berulang kali mengatakan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga kembali ke tingkat yang netral setelah kondisi eksternal stabil. Sebuah studi internal yang dilakukan oleh BoK memperlihatkan bahwa suku bunga acuan harusnya berada pada level 3,9% untuk saat ini bila prospek pertumbuhan dan inflasi diperhitungkan. (Dow Jones)




