Mayoritas Bursa Asia Memerah

Thursday, December 8th, 2011 13:46:52

Mayoritas bursa saham Asia mengalami penurunan hari ini karena investor dan pelaku pasar lainnya cenderung bersikap hati-hati menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa dan Uni Eropa hari ini, sedangkan mata uang dolar Australia dan bursa saham Australia tertekan usai dirilisnya data tenaga kerja negara itu yang tidak baik.

“Kedua pertemuan Eropa itu telah dinantikan, namun tetap membuat suasana tegang di pasar,” kata analis IG Markets Jason Hughes dari Singapura. “Kita perlu melihat perkembangan yang berarti dari Eropa untuk memberikan kepercayaan lebih lanjut bahwa krisis bisa diatasi.”

ECB secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya dan memberikan langkah-langkah pendukung lainnya untuk menenangkan pasar, seperti misalnya peluncuran ultra long liquidity. ULL merupakan instrumen yang digunakan ECB untuk membeli obligasi yang dikeluarkan oleh UE. Sementara itu, KTT Eropa menjadi fokus lainnya untuk melihat bagaimana strategi yang dikeluarkan untuk mencegah makin meluasnya krisis utang kawasan.

Indeks Nikkei di Jepang turun 0,6%, S&P/ASX 200 turun 0,2%, Kospi di Korea Selatan turun 0,2% dan Indeks Sensex di India turun 0,7%. Hang Seng di bursa Hong Kong turun 0,7% sedangkan bursa Shanghai di China naik 0,4%.

Dow Jones futures terlihat flat dengan beberapa kali bergerak positif dan negatif.

Menyoroti ketidakpastian yang disebabkan krisis utang Eropa, bank sentral Selandia Baru menahan suku bunga acuan pada level terendah 2,5% meskipun adanya kekhawatiran rekonstruksi pasca gempa Cristchurch dapat memicu inflasi. Bank Sentral Korea Selatan juga mempertahankan suku bunga acuannya pada level 3,25% untuk bulan keenam berturut-turut.

Di Australia, penurunan tidak terduga jumlah lapangan kerja yang tersedia memberatkan pergerakan mata uang lokal dan bursa saham. Tingkat pengangguran negara itu naik ke level 5,3% di bulan November dari 5,2% di bulan sebelumnya dan jumlah pekerja berkurang 6.300. Padahal ekonom dalam poling Dow Jones memperkirakan tingkat pengangguran akan bertahan di level 5,2% dengan penambahan lapangan kerja sebanyak 10.000.

Di Hong Kong, saham Li & Fung turun 3,7% atas reaksi spontan investor setelah Temasek Holdings mengatakan berencana untuk mengkonversi $600 juta yang berasal dari penjualan zero coupon bond ke dalam saham Li & Fung. Tapi harga konversi yang ditetapkan 40% diatas harga penutupan Rabu, mengindikasikan adanya pandangan bullish. (Dow Jones)

Untitled Document


The Market Quotes Powered By Forexpros, the Forex, Futures, and Stock Markets Portal.
MORE TOP STORIES more
MOST POPULAR