Thursday, January 12th, 2012 10:42:32

Microsoft Corp dan mitra produksinya di China Foxconn Technology Group mengatakan pada Rabu (11/1) bahwa kerusuhan pekerja di sebuah pabrik di Wuhan, China, pada awal bulan ini telah diselesaikan dan mayoritas pekerja telah kembali bekerja.
Raksasa software itu mengatakan dalam sebuah pernyataaan bahwa aksi protes yang dilakukan pekerja bukan dari kondisi kerja yang berat, melainkan akibat dari kebijakan transfer dan promosi staf. Foxconn mendapat tanggung jawab untuk memproduksi konsol game Xbox.
Dalam pernyataan terpisah, Foxconn mengatakan bahwa sekitar 150 pekerja melakukan protes setelah perusahaan mengumumkan seluruh karyawan di unit bisnis mereka ditransfer ke unit lain dalam pabrik Wuhan. Foxconn menggambarkan pemindahan tersebut sebagai “pergerseran dalam lini produksi.”
Kedua pernyataan tersebut dibuat setelah sebelumnya CNN memberitakan para pekerja mengancam untuk melakukan bunuh diri masal akibat masalah tersebut. Foxconn tidak mengomentari pemberitaan CNN.
Pemerintah lokal dan pejabat dari dinas tenaga kerja setempat bersama dengan eksekutif Foxconn bergabung dalam pembicaraan dengan pekerja, menurut pernyataan Foxconn. Usai pembicaraan, 45 pekerja “memilih untuk mengundurkan diri dibawah persyaratan perjanjian pengunduran diri sukarela,” sedangkan sisanya kembali bekerja.
Foxconn, yang merupakan nama dagang dari Hon Hai Precision Industry Co. Ltd, merupakan perusahaan asal Taiwan. Perusahaan membangun pabrik di China untuk membuat produk-produk terkenal pesanan dari perusahaan elektronik ternama seperti Apple, Microsoft dan Hewlett-Packard.
Pada 2010, sembilan pekerja pabrik Foxconn di China tercatat melakukan aksi bunuh diri akibat beratnya tekanan kerja. Kondisi ini membuat Apple mengirim tim khusus untuk melihat kondisi kerja di sana. Masalah tersebut teratasi setelah Foxconn bersedia untuk menaikan gaji pekerja.
Foxconn mempekerjakan sebanyak 800.000 pekerja, kebanyakan dari mereka di China. (Dow Jones)




