Harga Minyak Menuju $100 Per Barrel Akibat Situasi Iran Kembali Memanas

Wednesday, November 30th, 2011 13:59:34

question

Harga minyak kembali mengalami kenaikan menuju $100 per barrel tetapi sebenarnya tidak seluruhanya kenaikan tersebut disumbang oleh adanya potensi meningkatnya pertikaaan antara pihak Barat dan Iran, ini dikatakan oleh para pengamat minyak.

Ketegangan antara Inggris dan Iran kembali meningkat pada hari Selasa kemarin, dipicu oleh adanya tindakan mahasiswa di Tehran yang mendatangi kedutaan inggris, dimana mereka mereka melempari kedutaan dengan bom Molotov dan juga melakukan pembakaran bendera Inggris

Pemerintah Iran pada minggu ini melakukan pengusiran terhadap duta besar Inggris yang dilakukan untuk membalas tindakan Inggris yang memberikan sanksi ekonomi yang memutuskan hubungan antara lembaga keuangan Inggris dengan lembaga keuangan Iran, termasuk bank sentral Iran.

West Texas Intermediate salah satu komoditi future minyak sampai dengan berakhirnya perdagangan hari Selasa kemarin masih berada di bawah $100 per barrel, sedangkan Brent crude komoditi future minyak lainnya yang lebih sensitive terhadap pergerakan minyak dunia mengalami kenaikan diatas $110 per barrel.

“Saya dapat katakan sebenarnya berita tersebut tidak memberikan pengaruh yang besar,” ini dikatkaan oleh Tom Kloza, chief energy analyst pada Oil Price Information Service (OPIS). “Saya dapat katakan bahwa komunitas trader untuk saat ini tidak terlalu tertarik untuk menggunakan sentiment tersebut untuk mengembil posisi beli. Karena jika berita tersebut memang memiliki pengaruh yang besar, seharusnya harga sudah mengalami kenaikan paling tidak sebesar 3 atau 4 persen, tetapi tidak terlihat akan adanya kenaikan tersebut.

Walaupun demikian , Kolza juga menambahkan untuk hati-hati, karena bisa saja sentiment berubah setiap saat, dan ada kemungkinan jika para trader memanfaatkan berita tersebut, minyak akan mengalami kenaikan yang cukup besar.

Kolza menyatakan musim dingin kali ini, jumlah permintaan heating oil mengalami penurunan sebesar 20 persen. Tetapi pada saat yang sama, harga retailnya justru mengalami peningkatan antara $3,75 sampai dengan $4 per gallon, dan merupakan harga puncaknya untuk tahun ini, dan diperkirakan akan tetap tinggi hingga Desember mendatang.

Analis menyatakan bahwa harga minyak mencapai $100 per barrel belum mencerminkan adanya pengaruh dari Iran.

Ed Morde, Citigroup global head of commodities research, menyatakan bahwa ia yakin, harga minyak seharusnya dapat mengalami kenaikan sebesar $10 untuk merefleksikan adanya pengaruh geopolitik dari Iran.

Ia juga menambahkan bahwa pengaruh terkait permasalahan Iran tersebut masih sulit diperhitungkan, karena tidak diketahuinya seberapa besar kemampuan Arab Saudi untuk menggantikan supplai minyak Iran.

Sanksi ekonomi yang dikenakan Inggris terhadap Iran dilatari oleh laporan dari International Atomic Energy Agency yang menemukan adanya pengembangan teknologi nuklir yang dilakukan oleh pihak militer Iran.

Diperkirakan setelah Inggris, Negara-negara Eropa lainnya dan juga AS akan ikut serta memberikan sanksi kepada Iran.

Produksi minyak Iran saat ini mewakili 4 persen suplai minyak dunia. Tahun ini jumlah produksi minyak Iran berada pada rentang 3,6 sampai dengan 3,7 juta barrel per hari, dan diperkirakan jumlah minyak yang dieksport berada pada rentang 2,1 sampai dengan 2,3 juta barrel.

Untitled Document


The Market Quotes Powered By Forexpros, the Forex, Futures, and Stock Markets Portal.
MORE TOP STORIES more
MOST POPULAR