Tuesday, February 7th, 2012 08:27:51

Harga minyak dapat melonjak mencapai US$160 per barel jika ketegangan seputar embargo minyak Iran tetap berlangsung atau dalam situasi konflik, seorang pejabat senior perminyakan Kuwait menyatakan, Senin (6/2).
“Jika embargo atas minyak Iran diberlakukan atau pergerakan militer mendekati Selat Hormuz, maka harga minyak diperkirakan melambung ke kisaran 150 sampai 160 dolar AS per barel,”kata anggota dewan Korporasi Perminyakan Kuwait Ali al-Hajeri kepada harian Al-Seyassah.
Hajeri mengatakan harga setinggi itu tidak akan berlangsung lama dan akan kembali ke tingkat normal. Uni Eropa menerapkan embargo impor minyak Iran, dan Teheran telah mengancam akan melakukan tindakan balasan dengan menutup selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk ekspor minyak Teluk, jika negara itu tidak diizinkan mengekspor minyak mentahnya.
Hajeri menyatakan bahwa harga saat ini antara 100-105 dolar AS per barel wajar dan dapat diterima oleh para produsen dan konsumen, dan mengatakan setiap harga naik akan menambah beban ekonomi global.
Harga minyak di mana lebih rendah di perdagangan Asia pada Senin karena kekhawatiran seputar krisis utang yang belum terpecahkan di Yunani menambah kekhawatiran masalah terganggunya pasokan di Timur Tengah dan Afrika. (Antara)




