Monday, January 9th, 2012 10:55:34

Perbankan diperbolehkan untuk memiliki tingkat likuiditas minimum dibawah dari yang ditetapkan oleh regulator global selama krisis keuangan, sehingga mereka bisa terhindar dari kesulitan arus kas.
“Selama periode stress, perbankan bisa menggunakan aset likuiditas mereka yang tersedia, meskipun dibawah persyaratan minimum,” kata Pengawas Perbankan pada Komite Basel, usai mengadakan pertemuan di kota Swiss, Minggu (8/1).
Sebenarnya tujuan dari aturan ini adalah untuk memastikan pemberi pinjaman untuk dapat dengan mudah menjual asetnya agar dapat bertahan dari kebekuan kredit, dan dirancang untuk mencegah terulangnya krisis keuangan 2008. Aturan ini sendiri mulai berlaku pada tahun 2015.
Bank berpendapat bahwa aturan ini dapat membatasi mereka dari penyaluran kredit dengan cara menimbun kas dan membeli obligasi pemerintah. Pengawas perbankan mengatakan standar ini diperlukan untuk mencegah terulangnya keruntuhan Lehman Brothers Holdings Inc dan Dexia SA, akibat tidak tersedianya pendanaan jangka pendek. Regulator global mengatakan tahun lalu bahwa mereka akan mengubah aturan untuk mengatasi konsekuensi yang tidak diinginkan. (Bloomberg)




