Friday, January 20th, 2012 09:56:00

Morgan Stanley melaporkan rugi kuartalan yang lebih rendah dari perkiraan pada Kamis (19/1), akibat dari bagian settlement yang diumumkan sebelumnya dan one-time-item. Tapi kerugian itu bisa diimbangi dengan kenaikan pendapatan pada bisnis penjualan ekuitas dan trading.
Bank investasi ini menderita rugi bersih sebesar $227 juta, atau 14 sen per saham, selama tiga bulan terakhir 2011. Sebagai pembanding, pada periode yang sama tahun sebelumnya Morgan Stanley mampu mencetak keuntungan sebesar $867 juta, atau 43 sen per saham.
Laporan keuangan yang diumumkan semalam sudah meliputi kerugian sebesar $1,7 miliar, atau 59 sen per saham, terkait dengan settlement Morgan Stanley dengan MBIA pada Desember 2011. Settlement menyelesaikan masalah hukum seputar credit default swaps antara kedua pihak.
Analis memperkirakan Morgan Stanley akan menanggung rugi sebesar 57 sen per saham pada kuartal terakhir, menurut poling Thompson Reuters.
Meski merugi, saham Morgan Stanley justru menguat 5% karena para investor fokus pada kinerja bisnis trading dan ekuitas perusahaan yang kuat. Divisi trading melaporkan pendapatan sebesar $1,3 miliar, naik 18% dari $1,1 miliar dari tahun sebelumnya.
Glenn Schorr, seorang analis pada Nomura Securities, berpendapat bahwa kinerja bisnis perdagangan ekuitas Morgan Stanley jauh lebih baik dari pesaingnya, yang rata-rata mengalami penurunan 20%.
Tapi pendapatan dari keseluruhan operasi pasar finansial mengalami penurunan tajam karena investor tetap memilih keluar akibat krisis hutang Eropa.
Bisnis asset management Morgan Stanley menghasilkan keuntungan sebesar $78 juta pada kuartal lalu, turun 79% dari $353 juta di periode tahun 2010.
Laba bersih dari divisi global wealth management turun 37% menjadi $244 juta pada kuartal keempat.
Untuk keseluruhan tahun 2011, Morgan Stanley menghasilkan keuntungan sebesar $4,2 miliar, atau $1,26 per saham, dengan pendapatan sebesar $32,4 miliar. (CNN)




